Showing posts with label masalah seks pria. Show all posts
Showing posts with label masalah seks pria. Show all posts

May 24, 2013

5 Hal Mengenai Seks Yang Ditakuti Pria


masalah seks pria
Adakalanya pria merasa tidak percaya diri dan khawatir aktivitas seksnya tidak berjalan dengan sempurna. Hal ini umumnya dialami mereka yang baru menikah, namun tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah sering melakukan hubungan seks juga mengalaminya.

Beberapa kekwatiran yang sering muncul di benak pria adalah, apakah masturbasi menyebabkan mandul ? bisakah memuaskan pasangan  saya? atau apakah pasangan saya sudah siap berhubungan seks ?


Berikut 5 hal yang menjadi kekwatiran pria tentang hubungan seks


1. Masturbasi berakibat mandul


Salah satu mitos seksual yang berkembang adalah, bahwa pria yang sering melakukan masturbasi akan menjadi mandul karena sperma tidak subur. Faktanya masturbasi tidak mempunyai efek apapun terhadap kesehatan. Masturbasi adalah sesuatu yang normal yang dilakukan bukan saja oleh pria tapi juga oleh wanita. Masturbasi adalah cara alami mempelajari diri untuk mengetahui cara stimulasi terbaik mencapai kepuasan seks.


 2. Bagaimana menemukan klitorisnya


Area klitoris adalah area paling sensitif wanita dibandingkan vagina. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa 95 persen wanita dapat mencapai klimaks melalui stimulasi klitoris. Dibandingkan penetrasi vagina, stimulasi klitoris dapat membuat wanita lebih bergairah dan mencapai kepuasan. Sayangnya banyak pria yang melewatkan klitoris pada saat foreplay, mereka hanya mencium dan menyentuh tanpa mengetahui dimana klitoris berada. Buatlah komunikasi dengan pasangan dan mintalah dia untuk membimbing tangan anda menuju klitorisnya, dan tanyakan stimulasi seperti apa yang paling diinginkannya.


3. Pasangan belum siap berhubungan intim



Ketakutan ini biasanya dialami pria pengantin baru dimalam pertama. Adakalanya pria merasa kawatir kalau pasangannya belum siap untuk melakukan keintiman diatas ranjang. Seks akan berjalan baik dan terasa dahsyat jika setiap pasangan merasa nyaman dan percaya diri.


 Satu-satunya cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa. Bila pasangan belum siap melakukannya, janganlah memaksa untuk segera melakukannya. Pemaksaan berhubungan intim saat pasangan anda belum siap hanya akan meninggalkan rasa kecewa dan tidak aman. Pasangan akan merasa lebih siap bila anda tidak melakukan tekanan dan paksaan.


 4. Amankah hubungan intim saat wanita sedang haid?


Hasrat seksual kadangkala datang tanpa mengenal waktu, dapat saja keinginan bercinta pria hadir ketika istri sedang menstruasi. Hal ini menjadi pertanyaan pria, amankah melakukan hubungan intim saat istri sedang haid ? Menurut konsultan seks Rd. Vanda Mustika, hubungan seks saat pasangan haid sebaiknya dihindari. Karena dari pandangan medis, dapat berakibat buruk apabila hubungan seks dilakukan saat menstruasi.  Saat menstruasi pembuluh darah di rahim banyak yang melebar dan terbuka, sehingga dapat menjadi jalan masuknya kuman, serta menimbulkan infeksi. Hubungan seks yang dilakukan pada saat haid akan beresiko bagi kesehatan organ vital pasangan.


5. Bagaimana mengetahui wanita sudah mencapai orgasme?


Salah satu ketakutan pria adalah bilamana mereka tidak dapat memuaskan pasangan dalam hubungan seks. Oleh sebab itu mereka sering bertanya-tanya bagaimana mengetahui bila pasangannya sudah mencapai orgasme.  Menurut Dr. Andri Wanananda seperti dikutip oleh detik health, ada lima tanda utama wanita saat mencapai orgasme. Yaitu tubuhnya akan menggelinjang, memeluk pasangan erat-erat, diikuti dengan suara erangan erotik diakhiri dengan wajah tersenyum, mata sayu, namun napasnya masih agak cepat dan tubuh lunglai sebagai akhir dari klimaks yang nikmat.
Posted by Jeffan Taylor On 5:30 PM 10 comments READ FULL POST

March 31, 2013

Cara Hindari Masalah Ejakulasi Dini Dengan Memilih Posisi Bercinta


masalah ejakulasi dini
Masalah Ejakulasi dini adalah ancaman yang menakutkan bagi seksualitas pria, Masalah seksual ini pernah dialami sekitar 30% pria yang berakibat pada hilangnya kepercayaan diri, stres saat melakukan kontak seksual, maupun mood bercinta yang menurun.

Keinginan untuk mempertahankan lamanya durasi bercinta bukan saja menjadi kebutuhan pria, namun wanitapun mengharapkan durasi bercinta yang dapat membawanya kepada kepuasan seksual. Untuk itu dibutuhkan kerjasama pasangan untuk menentukan posisi yang pas agar dapat mempertahankan gairah diranjang.

Berbagai cara digunakan untuk dapat bertahan lama diranjang, misalnya penggunaan obat-obatan, kream maupun spray. Akan tetapi sebenarnya anda dapat mempertahankan keperkasaan anda secara alami, yaitu dengan memilih posisi seksual yang dapat mempertahankan waktu bercinta anda.


Posisi yang dapat anda gunakan untuk menghindari masalah ejakulasi dini


Posisi Misionaris

Posisi misionaris adalah posisi yang perlu anda hindari bila ingin mempertahankan keperkasaan anda. Karena posisi ini membuat anda akan mudah mencapai klimaks. Pada posisi ini memungkinkan terjadinya banyak gesekan antara kedua alat vital sehingga meningkatkan rangsangan seksual. Bila anda memfavoritkan posisi ini, maka anda dapat menggunakan trik dengan menarik penis anda keluar ketika klimaks akan datang. Tahan sejenak samapi sensasi mereda kemudian anda dapat melanjutkan penetrasi kembali. Anda perlu melatih membiasakan penggunaan teknik ini untuk menghindari masalah ejakulasi dini.

Posisi Cowgirl

Posisi ini cukup efektif untuk menigkatkan daya tahan seksual pria. Pada posisi ini pria hanya berbaring terlentang dan wanita berada diatas. Wanita yang akan mengontrol kedalaman penetasi, sementara anda dapat fokus pada rangsangan payudara ataupun bagian sensitiv lainnya. Pada posisi ini anda dapat rileks menikmati permainan wanita. Bila anda ingin mengendalikan permainan dan mengatur kecepatan, anda dapat memegang paha wanita dan membimbingnya.

Posisi Revers Cowgirl

Dikenal juga dengan sebutan cowgirl terbalik, posisi ini sama dengan posisi cowgirl dan dapat menigkatkan daya tahan seksual anda, perbedaannya adalah wanita akan membelakangi anda saat penetrasi dari atas. Keuntungan posisi ini, anda tidak melihat payudara wanita yang dapat  menimbulkan peningkatan rangsangan seksual anda.
Posisi Rear Penetration

Pada posisi ini pasangan wanita akan berbaring sambil sedikit melihat kebawah, kemudian angkat salah satu kaki kebelakang dan lakukan penetrasi. Wanita mungkin akan mengencangkan Miss V yang akan berdampak pada miningkatnya kepuasan bercinta. Banyak pasangan yang menggunakan posisi ini untuk mempertahankan waktu bercinta lebih lama.


Posisi Doggy style

Posisi ini wanita akan membungkuk dan pria bertumpu pada lutut ketika melakukan penetrasi dari belakang. Posisi ini tidaklah sebaik posisi cowgirl dalam menghindari masalah ejakulasi dini, namun setidaknya posisi ini lebih baik dari posisi misionaris.
Posted by Jeffan Taylor On 2:02 PM 6 comments READ FULL POST

January 15, 2013

Inilah Keluhan Pria Tentang Seks

keluhan pria tentang seks
Seks dalam kehidupan rumah tangga tidak seindah yang dibayangkan, berbagai problem dalam hubungan seksual dapat saja terjadi dalam rumah tangga. Artikel kali ini akan menyajikan beberapa masalah seksual yang paling sering dikeluhkan oleh pria Indonesia, seperti dituturkan oleh dr F.Gosyanto konsultan medis spesialis pria On Clinic dan dr. Alex Pangkahila

1. Nafsu besar tenaga kurang
Seringkali kali pria begitu menggebu saat mulai melakukan hubungan seksual, akan tetapi apa mau dikata ternyata Mr.P tidak mau bereaksi dan tetap tertidur. Berbagai masalah kesehatan seperti darah tinggi dan diabetes dapat menjadi pemicu hal ini. Selain itu malasnya Mr.P bereaksi dapat juga terjadi pada pria yang baru selesai makan, karena suplai darah ke organ genital menjadi berkurang akibat digunakan untuk mencerna makanan, “minimal dibutuhkan waktu 2 jam” tukas dr. Alex

2. Ejakulasi Dini
EjakulasiDini (ED) umumnya dihadapi oleh pria 40 tahun kebawah, Faktor psikologis seperti depresi, khawatir tidak dapat memuaskan pasangan, kurang percaya diri, kurangnya komunikasi atau adanya konflik dengan pasangan adalah hal-hal yang biasanya menjadi penyebab disfungsi Seksual tersebut.

3. Loyo saat bangun pagi
Masalah seks pria yang sering juga terjadi adalah ketidakmampuan ereksi di pagi hari, walaupun berbagai cara sudah dilakukan. Idealnya Mr.P telah beristirahat sepanjang malam  sehingga hormon testosterone dapat meningkat produksi dipagi hari. Dan pagi hari merupakan masa dimana ereksi dapat diperoleh dengan baik. Bilamana anda mengalami hal ini maka segeralah berkonsultasi ke dokter.

4. Ukuran Mr.P menyusut
Apakah Ukuran Mr. P dapat mengecil ? beberapa pria merasa bahwa penis bereka menyusut secara ukuran, hal ini dapat saja terjadi akibat membuncitnya perut pria yang berdampak pada mengecilnya penis mereka. Selain itu kegemukan pada pria dapat menurunkan produksi testosteron sehingga berdampak pada turunnya gairah seksual dan ereksi menjadi tidak tahan lama.

5. Keraguan memuaskan pasangan
Beberapa pria merasa ragu apakah mereka mampu memuaskan pasangan saat bercinta, hal ini dapat menimbulkan stress yang berujung pada disfungsi ereksi. Kekwatiran pria ini dapat terjadi pada pria yang merasa bahwa “alat tempur” mereka dibawah ukuran normal. Padahal pada kenyataannya sekecil apapun Mr.P seorang pria asal dengan teknik yang tepat masih dapat membuat rangsangan pada G-Spot.

6. Pasangan malas bercinta
Banyak pria yang mengeluh akan pasangannya yang terlihat malas untuk melakukan hubungan seks. Hal ini dapat terjadi pada pasangan pengantin baru dimana wanita masih merasa kikuk bagaimana membangkitkan libido suami. Sedangkan pada pasangan yang sudah lama menikah hal ini biasanya disebabkan oleh istri yang sudah capek dalam melakukan aktivitas rumah tangga ataupun bekerja.

7. Waktu bercinta
Seringkali pria juga mengeluhkan ketidakmampuannya untuk ereksi kedua kali. “Bercinta berkali-kali dalam satu hari tidak dianjurkan. Asal kualitas baik, satu atau dua kali bercinta dalam seminggu sudah cukup” tukas dr. Alex



Posted by Jeffan Taylor On 5:27 PM 6 comments READ FULL POST

January 11, 2013

Ukuran Mr. P Mengecil, Mungkinkah ?

penis kecil
Alat kelamin pria atau penis (Mr. P) dapat mengalami penyusutan atau mengecil terutama bagi pria yang tidak menggunakan penis untuk melakukan hubungan seks, ataupun tidak melakukan masturbasi.

Menurut pakar seksolog Dr. Naek L. Tobing, dengan bertambahnya umur seorang pria, maka semakin tua pula organ tubuhnya, termasuk didalamnya dalah organ vital pada tubuh manusia. Dengan bertambahnya umur maka otot akan mulai melemah dan tulang semakin rapuh. Tanpa disadari organ vital pria juga mengalami penyusutan, bukan saja karena bertambahnya usia akan tetapi juga karena jarang digunakan.

Menurut Irwin Goldstein, MD dari Alvarado Hospital Amerika Serikat, testis pria akan mengalami penyusutan pada usia 40 tahun, baik dalam hal panjang maupun ketebalan penis. Penyusutan ini walaupun tidak terlalu dramatis akan tetapi cukup terlihat. "Jika penis ereksi seorang pria berusia 30-an  panjangnya 6 inci, maka pada saat mencapai usia 60 – 70 tahun panjang penis dapat berukuran sekitar 5 atau 5,5 inci," kata Goldstein.

Ada 2 hal penyebab menyusutnya penis yaitu,  penumpukan deposit lemak di dalam arteri kecil di penis, yang mengganggu aliran darah ke organ vital tersebut. Penyebab kedua adalah karena berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi bilik ereksi.

Tubuh pria yang semakin tua akan semakin berkurang kemampuan seksualnya hal ini disebabkan oleh menipisnya lapisan testosterone dalam tubuh. Menurunnya testoteron dapat mengakibatkan menurunnya libido, lesu, rambut rontok, penis mengecil bahkan dapat mengakibatkan impotensi.
Menurut Dr. Naek bahwa pria yang sering melakukan hubungan intim dengan pasangannya akan memiliki penis yang lebih besar bila dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukannya. Hal ini bukan berarti bahwa pria usia tua tidak dapat melakukan seks lagi, “Kata siapa semakin tua nggak bisa melakukan seks lagi? Itu hanya masalah keyakinan diri atau pede saja. Ada juga kok pasangan yang sudah 70 tahun lebih tapi masih senang melakukan seks,” kata Naek yang mengingatkan juga agar kaum pria dapat lebih sering melakukan hubungan seks dengan pasangan agar ukuran penis dapat dipertahankan
Sedang bagi yang belum menikah Naek menganjurkan agar melakukan masturbasi jika sudah tidak tahan. Menurutnya tidak benar anggapan bahwa banyak masturbasi itu berbahaya. “tapi jika ingin lebih aman, segerah menikah” tambahnya.
Posted by Jeffan Taylor On 9:27 AM 9 comments READ FULL POST

January 7, 2013


Mengatasi Depresi  Yang Menyertai Disfungsi Ereksi


Disfungsi ereksi (DE) adalah suatu kondisi di mana seorang pria tidak mampu untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi sebelum atau selama hubungan seksual. DE seperti yang umum dikenal dapat menyerang pria dari segala usia. Kondisi DE ini dapat membawa kerusakan pada baik pada fisik maupun emosional. Kabar baiknya adalah bahwa dalam banyak kasus kondisi ini mudah diobati, tetapi jika tidak ditangani dapat menyebabkan malapetaka baik secara personal maupun kehidupan penderitanya. Masalah yang paling umum bahwa pria yang menderita disfungsi ereksi, selain akibat yang sangat jelas menimpa  kehidupan seks, adalah terjadinya depresi.

Depresi perlahan tumbuh jika rasa marah, frustrasi dan melankolis tidak ditangani dengan cara yang tepat. Perasaan ini timbul jika seorang pria penderita DE tidak melakukan pengobatan secara medis. Komunikasi menjadi  kunci di sini, tidak hanya dengan dokter mereka, tetapi juga dengan pasangan mereka. Biarkan dokter anda dan pasangan tahu bahwa anda merasa sedih atau frustrasi. Berbicara secara terbuka tentang bagaimana perasaan anda adalah langkah pertama untuk mengalahkan depresi yang dapat menyertai disfungsi ereksi.

Gejala yang paling umum terkait dengan depresi adalah sebagai berikut:

  •          Kelesuan
  •          Hilangnya rasa percaya diri
  •          kelelahan  secara fisik dan mental
  •          Terjadi penurunan atau peningkatan nafsu makan
  •          Susah tidur
  •          Perasaan kesepian


Jika anda menderita disfungsi ereksi dan gejala-gejala yang disebutkan di atas, maka disarankan agar anda mencari bantuan medis yang berkualitas. Jelaskan sepenuhnya kepada dokter anda tentang bagaimana perasaan anda, jangan merasa malu. Dokter akan mengatur perawatan yang tepat untuk depresi anda. Pengobatan dapat meliputi obat-obatan seperti anti-depressant ataupun konseling. Informasikan secara terbuka kepada dokter mengenai disfungsi ereksi anda karena dokter membutuhkan informasi ini untuk meresepkan jenis anti-depresan yang  sesuai (ada beberapa obat anti-depresan yang dapat memperburuk DE).

Anda dapat mengunjungi terapis untuk mendapatkan konseling individu atau pasangan. Pastikan untuk melibatkan pasangan anda dalam seluruh proses konseling sehingga ia dapat lebih memahami apa yang anda alami dan dapat membantu anda mengatasinya. Hal Ini juga akan meningkatkan dan memperkuat ikatan diantara anda berdua.

Seperti saya sebutkan sebelumnya disfungsi ereksi dapat disembuhkan dan tidak ada alasan bagi Anda untuk menderita. Carilah bantuan medis profesional untuk mendapatkan kembali tidak hanya kehidupan seks anda, tetapi juga kesehatan emosional dan mental.
Posted by Jeffan Taylor On 4:25 PM 10 comments READ FULL POST

December 12, 2012

5 Masalah Seksual Pria Yang Memalukan

masalah seksuap priaUntuk tetap fit di kamar tidur, kadang-kadang Anda memerlukan saran ahli. Jangan takut untuk berbicara dengan dokter Anda tentang masalah kinerja seksual anda.

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi atau yang  juga dikenal sebagai impotensi, adalah keadaan dimana penis tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seks. Untuk mempertahankan ereksi, penis membutuhkan aliran darah yang baik. Disfungsiereksi, "bisa menjadi tanda awal dari penyakit jantung atau pembuluh darah yang signifikan," kata Dr Carson.
Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar pria yang berada di ruang gawat darurat karena serangan jantung atau stroke biasanya telah menderita disfungsi ereksi tiga sampai lima tahun sebelumnya.
Pengobatan untuk disfungsi ereksi biasanya akan menelusuri penyebab yang mendasarinya. Ini termasuk kelebihan kolesterol, merokok, dan faktor risiko lain untuk penyakit jantung.
Selain mengubah gaya hidup Anda, ada beberapa obat tersedia untuk mengobati disfungsi ereksi, termasuk Viagra, Levitra, dan Cialis. 

Testosteron Deficiency Syndrome

 Testosteron defisiensi  syndrome (TDS), atau syndrome kekurangan testosterone adalah keadaan dimana produksi testosteros pada testis tidak mencukupi. TDS tidak hanya mempengaruhi kinerja seksual seperti  rendahnya dorongan seksual, menurunnya fungsi ereksi, penurunan massa otot dan kekuatannya, tapi juga menyebabkan kenaikan berat badan, kurang konsentrasi, mudah lelah, depresi berat dan osteoporosis.

Penurunan fungsi ereksi akibat TDS dapat diobati hanya dengan testosteron. Jika dibiarkan tidak diobati, TDS dapat secara serius mempengaruhi kesehatan seksual, fisik, dan mental pria. Oleh karena itu disarankan bagi pria dengan gejala-gejala mengarah pada TDS untuk memeriksakan kadar testosteron mereka.  

Penyakit Peyronie

Peyronie adalah terbentuknya plak atau jaringan ikat yang mengeras pada salah satu sisi penis, sehingga akan membuat penis melengkung saat ereksi.  Jika cukup parah, kondisi ini bisa menyakitkan, dan juga dapat menyebabkan anda tidak dapat  berhubungan seks.
Peyronie penis disebabkan oleh jaringan parut  akibat dari cedera yang terjadi sebelumnya. Gejala awalnya akan berbentuk  benjolan keras, lebih sering di sisi atas penis, penis bengkok saat ereksi dan penis sakit saat ereksi. Dalam kebanyakan kasus, nyeri saat ereksi akan hilang setelah satu atau dua tahun, meskipun kelengkungan biasanya akan permanen.

Operasi adalah salah satu dari beberapa pilihan pengobatan yang tersedia, biasanya operasi hanya ditujukan untuk peyronie yang parah dengan risiko adanya efek samping. Metode baru yang saat ini sedang diuji, adalah dengan  seperti menyuntikkan senyawa ke dalam jaringan parut untuk meluruskan penis. 

Ereksi berkepanjangan (Priapisme)

Pria yang mengalami ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam harus mencari bantuan di ruang gawat darurat. Pengobatan perlu dilakukan dalam waktu delapan jam dari awal ereksi untuk menghindari kerusakan permanen pada penis.
Salah satu penyebab ereksi berkepanjangan adalah obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi. Pil seperti Viagra biasanya tidak memberikan  efek samping seperti ini, tetapi lebih sering terjadi karena adanya sejenis obat yang disuntikkan langsung ke penis. Kondisi ini juga dapat terjadi sebagai akibat dari obat untuk masalah kejiwaan tertentu atau penggunaan kokain.
Penanganan untuk penderitanya adalah dengan  menguras darah berlebih dari penis dengan jarum atau menggunakan obat-obatan untuk membatasi aliran darah ke penis. Tindakan lain adalah dengan operasi. 

Ejakulasi Dini

Jenis yang paling umum terjadi pada pria adalah ejakulasi dini, dimana ejakulasi terjadi dalam waktu dua menit dari awal rangsangan seksual. Sekitar sepertiga dari pria mengalami hal ini. "Ejakulasi dini sebenarnya lebih umum pada pasien pada golongan usia yang sama dengan penderita  disfungsi ereksi," kata Dr Carson. Ini juga merupakan disfungsi seksual yang paling umum pada pria di bawah 40.
Saat ini ada beberapa perawatan untuk ejakulasi dini. Obat antidepresan adalah salah satu pilihan. Anestesi topikal yang digunakan pada penis juga dapat menunda ejakulasi dengan mengurangi sensasi rangsangan.

Tips Menghindari Masalah Seksual Pria

Masalah seksual dan masalah ketidakmampuan pria dapat "ditunda, bahkan mungkin dicegah, dengan melakukan hal yang sederhana seperti diet, olahraga, berhenti merokok dan menjaga berat badan," kata Dr Carson.
Meskipun obat-obatan masih mungkin diperlukan, diet yang tepat dan olahraga dapat meningkatkan kadar testosteron dan fungsi seksual, serta mengurangi risiko kondisi lain, seperti kanker prostat.
Kunjungan rutin ke dokter juga penting, dimana dapat dilakukan skrining rutin untuk faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Tidak hanya kondisi phisik, "masalah psikologis juga merupakan bagian dari masalah seksual pria” kata Dr Carson. Untuk menjaga diri anda dapat berfungsi baik dalam hubungan intim, maka anda perlu untuk menjaga tidak hanya tubuh, tapi juga pikiran.
Posted by Jeffan Taylor On 3:33 PM 2 comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Pengunjung

Flag Counter